Demonstrasi dibalik kokohnya Birokrasi.
Hari ini, kebanyakan mahasiswa takut mengemukakan pendapat karena katanya akan dicoreng namanya oleh para dosen yang terhormat. Dicoreng namanya oleh para dosen berarti berimbas pada nilai mereka yang akan mengecil. Dan nilai yang kecil akan sangat berpengaruh pada kebanggaan orang tua yang sudah menjual tanahnya demi kuliah yang katanya akan memperbaiki Bangsa. Kita dapat melihat sendiri di Negara yang katanya demokratis ini banyak orang yang mengemukakan pendapat tapi ternyata malah terkena ancaman, penindasan bahkan dihilangkan. Nama Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Ismail dan banyak lagi (Semoga Tuhan bersama kalian) mungkin dianggap korban masa transisi Orde baru yang katanya memang menyeramkan menjadi pemberani di masa itu. Tapi haruskah kita lupa, di Januari 2016, Ronny Setiawan Ketua BEM UNJ mendapatkan Surat Drop-Out dari Rektornya karena dianggap mencemarkan nama baik padahal dalam Pasal 51 Statuta UNJ hal itu di perbolehkan. Bukan hanya Ketua BEM, bahkan lembaga-lemb...