Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

BUMI MANUSIA

Gambar
Buku Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Sumber : Google   “Lima syarat yang harus ada pada satria jawa, Wisma, Wanita, Turangga, Kulila, dan Curiga” “Kau terpelajar, Minke, seorang terpelajar yang harus juga belajar berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah arti terpelajar itu”. Seorang terpelajar yang harus kalah dengan ketidakadilan, dengan hukum yang memberatkan keluarganya karena dia pribumi dan hukum yang di pakai hukum Eropa pada zaman itu, dan ia terus melawan dengan ketidakadilannya, melawan, melawan dan melawan. Ialah Minke seorang kaum terpelajar pribumi yang menjadi aktor cerita utama dalam buku ini. Minke belajar dan berguru dari siapapun, termasuk sahabatnya sendiri yang pincang, Jean Marawwis, dari Jean, Minke belajar tentang keadilan, bahwa manusia sudah sepatutnya berlaku adil dalam pikiran apalagi perbuatan. Sebagai seorang terpelajar, ia   belajar melawan ketakutannya sendiri karena “Ketakutan itu sendiri ad...

Kartini dalam Konde dan Kebaya

Gambar
Kartini dalam bingkai Konde dan Kebaya. Sumber : Google Selamat hari Kartini! Ya, kalimat itulah yang paling banyak diucapkan pada tanggal 21 April di setiap tahun. Sejak penetapan Ibu Kartini sebagai pahlawan nasional pada tahun 1969 oleh Ir.Soekarno, artinya kita dan ibu atau nenek kita sudah merayakan hari Kartini selama 49 tahun atau hampir setengah abad! Bagaikan magic, hampir semua perempuan Indonesia seakan kompak mengadakan Fashion Show dadakan. Tak kenal usia dari murid TK, SD sampai karyawati yang ada di instansi perusahaan atau perempuan yang ada di lembaga pemerintahan memakai kebaya terbaiknya, lengkap dengan makeup dan konde atau sanggul penghias kepala. Tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari Kartini sesuai dengan hari lahir Ibu Kartini yaitu 21 April 1879. Beliau bisa disebut sebagai pejuang perempuan dari kalangan menengah keatas saat itu karena merupakan putri dari Sosrodiningrat, yaitu bupati Jepara. Ibu dari Kartini bernama Ngasirah, seorang putri dari kiai H...

Resensi Buku Sybil

Cover depan Buku Sybil. Sumber : Google Penulis : Patrick Suraci, Ph.D Penerbit : Change Publication “ Setelah 11 tahun menjalani terapi psikoanalis intensif, dia mengetahui bahwa kepribadian majemuknya di sebabkan kekerasan dari ibunya” (Hal.7) Terenyuh, terpukul, banyak hikmah dari cerita Syibil, memang benar bahwasanya didikan orang tua itu sangat penting. Syibil (Sherley Mason) bukan hanya fisiknya yang tersiksa, batinnyapun tersiksa, bagaimana sakitnya tubuh Sherley di ambil oleh kepribadiannya yang terpecah – pecah itu. Timbulnya kepribadian Syibil di bentuk karena didikan ibunya yang keras dan ototiter, sangat di sayangkan orang tua Syibil salah pola asuh, tidak adanya rasa nyaman yang diberikan orang tua, menyebabkan Syibil merasa bahwa kenyamanan hidupnya itu ada di luar rumah. Secara tidak sadar, orang tua harus bisa memposisikan terhadap anaknya, orang tua harus mempunyai 3 macam karakteristik at...