PERAN TSAQOFAH PMII SEBAGAI SOLUSI POLITIK EKONOMI BANGSA INDONESIA


A.    PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam dan berbagai macam potensi yang bisa dimanfaatkan di dalamnya. Sang Maha Kuasa memberikan nikmat akan sumber daya alam di negara Indonesia ini yang hampir tidak ditemukan di berbagai negara lain. Hal ini nampak mengetuk jiwa-jiwa kita sebagai manusia yang ulul albabuntuk turut serta berkontribusi dalam hal perekonomian bangsa menuju kanca dunia  international. Namun pada kenyataannya, Indonesia masih sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara sebrang. Mereka sudah mampu membuat sesuatu yang inovatif, sedangkan negara indonesia tertinggal jauh dan disibukkan dengan hal-hal yang sifatnya furu’iyyah. Dengan melihat kasus-kasus tersebut, seharunya hal ini mampu membangunkan dan menggerakkanghirroh dan spirit  jiwa-jiwa PMII sebagai organisasi yang peduli akan kondisi bangsa dan negara Indoensia. Sebagaimana yang termaktub dalam rumusan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yaitu Hubungan Manusia Dengan Manusia sebagai pengusung dan pelopor menuju Indonesia jaya.
Sejak berdirinya PMII pada tanggal 17 april 1960, kurang lebih PMII sudah berdiri dan menancapkan tubuhnya di negara Indonesia ini selama 57 Tahun, hingga sampai detik ini PMII selalu berkontribusi dan membentangi tangan-tangannya demi memajukan bangsa dan negara dengan bertujuan mensejahterakan masyarakat Indonesia dengan asas-asa yang termaktub dalam rumusan Nilai Dasar Pergerakan (NDP). Dalam kurun waktu 57 tahun PMII terus mengemban amanah-amanah yang diberikan oleh negara untuk membela negaranya, membela tanah air dengan berbagai macam cara yang mana dalam membela negaranya sendiri PMII harus mampu mendobrak pintu-pintu yang memang harus didobrak untuk mewujudkan kesejahteraan bangsanya, antara lain dengan siyasah maliyah, siyasah dauliyah, dan siyasah dusturiyyahdemi terjaganya maqoshidu as-sayari’ah al- kaffah.
Lahirnya PMII  sesungguhnya adalah untuk membentuk wadah yang lebih besar sebagai mahasiswa/i NU untuk mengaktualisasikan perannya. Hingga akhirnya tidak kurang dari 12 tahun lamanya PMII sebagai underbouw yang berkhidmah dalam kancah politik praktis, sampai akhirnya menyatakan sebagai organisasi independent yang tidak terkait sikap dan tindakannya pada siapa pun dan hanya komitment pada perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan pancasila. Namun ada sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab bersama, apakah PMII sudah secara kaffah berkontribusi dalam permasalahan politik ekonomi bangsa Indonesia ?dengan apakah PMII berkontribusi untuk politik ekonomi bangsa ? karena Hampir sebagian lapisan masyarakat Indonesia keluar dari sebuah pemahaman ataupun sebuah akidah yang disebabkan oleh sebuah faktor ekonomi yang tidak mencukupi. Tentu untuk menjawab sebuah pertanyaan ini, kita harus memahami dan berfikir secara mendalam untuk mendapatkan jawaban yang sesuai dengan realita kesenjangankehidupan. Dengan menghadapi rintangan-rintangan yang selalu berjalan dinamis mau tidak mau sahabat-sahabati PMII harus terus mencoba merespon dan menjawab sebuah persoalan yang selalu berkembang dan berubah secara dimanis. Penulis berharap kepada semua sahabat-sahabati pergerakan bisa menjawab dan merespon rintangan-rintangan ini khususnya dalam bidang politik ekonomi dengan memahami sebuah siyasah maliyahdi negara Indonesia ini.
Berkolerasi dengan kronologis kasus diatas, kita sebagai warga PMII tak akan pernah lepas dari sebuah politik dan ekonomi yang semakin hari semakin lincah. Oleh karena itu penulis berharap kepada semua rekan sahabat-sahabati dimanapun berada, mari kita majukan negara Indonesia ini dalam bidang politik dan ekonomi khususnya dengan mengedepankan Tsaqofah (wawasan keilmuan) guna untuk menjawab sebuah persoalan perekonomian dan politik bangsa Indonesia khsusunya dengan mengejawantahkan Tsaqofah PMII sebagai Solusi politik ekonomi bangsa Indonesia.

B.     PENYAJIAN, ANALISIS DAN INTERPRETASI
Sebagaimana yang telah disampaikan diawal, bahwa spirit PMII dalam berkontribusi dibidang politik ekonomi haruslah kembali bergerak.  Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa waktu perjalanan berdirinya PMII di Indonesia ini terhitung sudah 57 Tahun lamanya, maka dari itu PMII sudah waktunya untuk bergerak dan membuat sebuah inovasi dalam berkontribusi di bidang ekonomi politik bangsa Indonesia dulu, hari ini, dan esok hari juga merubah tatanan masyarakat menjadi tatanan yang mesejahterakan rakyatnya dengan mengguanakan Tsaqofahnya.
Maka berangkat dari sebuah peroblematika ini, menurut penulis bahwa peranan tsaqofah PMII bisa menjadi solusi dalam kontribusi politik ekonomi bangsa Indonesia. Antara lain yang penulis adopsi dari kitab min kunuzi as-sunnah : pertama, kuatnya jiwa PMII, maksud dalam redaksi kuat jiwa disini adalah bahwa semua kader PMII haruslah mempunyai mental yang baja, mempunyai jiwa kepemimpinan untuk mengolah dan memelihara perekonomian bangsa indonesia menjadi perekonomian yang stabil jua mensejahterakan rakyatnya. Dengan mempunyai jiwa dan mental yang kuat maka kader PMII bisa mempertahankan bangsa indonesia ini dengan menata infrastruktur yang efektif dan efesien, berangkat dari dimensi yang pertama ini, penulis kaitkan dengan salah satu moto PMII yaitu amal solih. Kedua, al-ilm (dengan intlektualitasnya) maksudnya adalah sebagai kader PMII  sudah seyognyanya kita upayakan semua pengetahuan dan wawasan yang kita miliki harus lah mampu untuk mengubah semua tindakan-tindakan yang memang harus kita benahi terutama dalam permasalahan ekonomi, dimana perekonomian bangsa indonesia ini sudah semakin cukup tertinggal jauh dengan negara-negara lain. Sehingga menimbulkan berbagai macam diskriminasi dimana-mana yang disebabkan oleh faktor ekonomi yang mengakibatkan banyaknya pengangguran. Oleh karenanya, sebagai warga PMII yang berasakan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang di dalamnya mengandung hubungan manusia dengan manusia haruslah bisa mengubah kehidupan masyarakatnya dengan merealisasikan pengetahuan-pengetahun yang dimiliki oleh semua kader-kader PMII, hal ini sesuai dengan kalimat Firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa manusia di muka bumi ini diberi title sebagai kholifah dan sebagai manusia yang ulul albab. Maka dari itu kader-kader PMII sebagai kader yang ulul albab  bisa menjadi solusi dalam permasalah-permsalan yang selalu terjadi dinamis di bangsa kita ini. Karena pada kalimat ulul al abab diteruskan oleh Firman selanjutnya yaitu al-lazina yazkurunallaha qiyaman wa qu’udan wa ala junubihim wa yatafakkaruna fil kholqi as samawati wa al ard. Yang mana dalam firman ini Allah megeaskan kepada ulul albab untuk memikirkan perkara-perkara yang ada di dunia, jika subyek hukum tidak bisa berkontribusi dalam mengatasi permasalaha-permasalahan yang terjadi di lingkungannya, maka ia tidak termasuk dalam katagori subyek hukum yang ulul al bab. Maka berangkat dari sini kader PMII menjadi kader-kader yang ulul albab dan bisa mengkritisi semua perilaku sosial khususnya dalam bidang ekonomi dan politik bangsa indonesia, tentu dalam koridor-koridornya maka berangkat dari dimensi ini, penulis kaitkan dengan salah satu moto PMII yaitu (fikir). Ketiga,kuatnya iman, maksudnya adalah sebagai warga pergerakan atau PMII kita mengenal bahwa aqidah kuat maka semua rintangan yang menghadang pun akan terkalahkan oleh sebuah asas yang kuat. Berangkat dari keimanan yang kuat kader PMII pun ikut serta berkontribusi dalam keimanan menuju perekonomian masyarakaat yang terhindar dari unsur maisir, ghoror, riba, dan dzolim (maghadir) dikarenakan kader PMII mempunyai iman yang kuat maka kader PMII pun mampu membenahi dan berkontribusi dalam bidang politik ekonomi bangsa dengan menebas habiskan unsur maghrib tersebut. Dengan dilapisi keimanan yang kuat, di dorong oleh pengetahuan luas yang dimiliki oleh warga pergerakan dan direalisasikan dengan jiwa yang kuat maka dengan berkontribusi yang dibekali oleh iman, ilmu, dan mental kepemimpinan yang solih maka akan terwujudkan impian dan cita-cita bangsa indoensia ini menjadi negara yang maju dan makmur dalam bidang politik dan ekonominya. Hal ini penulis hubungkan yang sesuai dengan rumusan dalam Nilai-nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang berbunyi sebagai “hubungan manusia dengan Allah”.
Berbicara ekonomi maka kita akan menemukan hal yang paling mendasar yaitu Produksi, Disitribusi, dan Konsumsi maka disinilah peranan tsaqofah PMII dalam menangani kesenjangan di masyarakat. Dalam menghadapi kesenjangan ini maka warga PMII harus melandasi tiga fungsi mendasar dalam ekonomi ini dengan keimanan, dan moral, serta dijabarkan di dalam aturan-aturan hukum,agar ada sebuah keadilan dan kepastian. Sebagaimana Adagium menyatakan bahwa “hukum tanpa moral dapat jatuh kepada kedzoliman, dan moral tanpa hukum dapat menimbulkan ketidak kepastian” sebagaimana yang penulis paparkan diatas. Bahwa peranan tsaqofahPMII ini sangatlah penting dalam kontribusi politik ekonomi bangsa indonesia. Dikarenakan jika kita sebagai warga PMII tidak mempunyai tsaqofah(wawasan keilmuan) maka sebuah problematika yang sulit tidak akan dapat untuk dipecahkan.
Dan  terakhir, Peranan tsaqofah PMII sangatlah berkolerasi dengan Rumusan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang mana dalam rumusannya ada nilai ketauhidan (kekuatan iman), hubungan manusia dengan manusia (kekuatan jiwa) dan hubungan manusia dengan Allah. Yang mana dari penjelasan awal yang telah di jelaskan oleh penulis bahwa warga pergerakan diharapkan tidaklah terlepas dari koridor-koridor NDP dan Motto PMII sendiri. Maka dari peranan tsaqofah PMII ini lah bisa memecahkan permasalahan-permasalahan yang real menjadi sebuah solusi dalam politik ekonomi bangsa Indoesia ini.

C.    KESIMPULAN DAN PENUTUP
Dari apa yang telah penulis sampaikan diatas, bahwa peranan tsaqofahsangatlah penting dalam kontribusi PMII terhadap politik ekonomi bangsa Indonesia ini. Peranan tsaqofah PMII yang meliputi tiga aspek antara lain: kekuatan jiwa, kekuatan intlektualitas, dan kekuatan imana mampu mengubah dan berkontribusi dalam tatanan politik dan perekonomian bangsa indonesia menuju kanca perekonomian international.
Bahwa peranan tsaqofah PMII yang memuat tiga unsur penting di dalamnya yang mampu mengubah dan mampu berkontribusi dalam politik ekonomi bangsa indonesia berkolerasi dengan rumusan dalam nilai-nilai dasar pergerakan (NDP) dan sesuai dengan esensi dari motto PMII itu sendiri yaitu Zikir, Fikir, dan Amala solih.

DAFTAR PUSTAKA
Mujahid Abu. Sejarah NU “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” di Indonesia. Bandung: toobagus Publishing. 2013.
As-Shobuni. Ali. Muhammad. Min Kunuzis Sunnah. Jakarta: Daar Al-Kitab Al-Islami. 1999.
Djazuli. Ahmad. H. Fiqh Siyasah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.  2003

Abdul Hanif

Komentar